Wacana boikot pemilu yang digulirkan kelompok Teuku Umar ditanggapi dingin Partai Demokrat (PD). Boikot pemilu bisa dipidana karena bisa dikategorikan tindakan mengacau pemilu yang bertentangan dengan undang-undang.
Masalah Buloggate II yang sempat melilit Akbar Tandjung dinilai tak mengganjal Akbar untuk bersanding dengan SBY. Sebab putusan Mahkamah Agung (MA) sudah menyatakan Akbar tak bersalah.
Mantan Ketum Partai Golkar Akbar Tandjung menyimpan harapan besar untuk menjadi pendamping SBY. Dia pun meminta Rapimnassus Partai Golkar menghasilkan rekomendasi lebih dari satu nama untuk cawapres.
Dukungan terhadap eks Ketum Partai Golkar, Akbar Tandjung, untuk mendampingi capres SBY terus mengalir. Alumni KNPI juga ikut mendukung Bang Akbar menjadi cawapres SBY.
Seorang anak sekitar usia 4 tahun, Ria ditemukan tewas tenggelam di kolam renang keluarga di rumah Frans Johanis, Jalan Kaliasin X. Sedangkan seorang temannya, Dita (4) kritis di RKZ Surabaya.
Perolehan suara Partai Golkar menurun drastis dibanding Pemilu 2004. Penurunan ini dinilai karena lahirnya dua partai baru, Hanura dan Gerindra yang notabene pemimpinnya adalah mantan kader Golkar.
Kemenangan yang diperoleh Partai Demokrat diprediksi karena faktor pencitraan Ketua Dewan Pembina, SBY. Citra SBY dinilai sangat berpengaruh besar untuk menaikan perolehan suara Demokrat dalam pemilu kali ini.