Pihak Twitter Inc menghapus 130 akun yang dianggap berupaya mengganggu percakapan publik di media sosial selama debat capres AS pertama pada 29 September.
Intelijen Amerika Serikat mengatakan tiga negara berusaha mencampuri pilpres pada November ini tetapi masing-masing mempunyai tujuan dan kemampuan tersendiri.