Diiringi penampakan asap wedhus gembel yang terlihat jelas karena cuaca cerah itu, Presiden SBY mengunjungi pengungsi Gunung Merapi. Dalam kesempatan itu, SBY menanyakan desa Mbah Maridjan.
Gunung Merapi kembali meletuskan awan panas alias wedhus gembel sekitar pukul 08.15 WIB. Semua sirene sebagai tanda early system pun menyala bersahutan karena abu vulkanik bergerak ke selatan, lalu ditiup angin ke barat.
Drama penyelamatan diri Ponimin dan keluarganya ternyata tidak seheroik yang diungkapkan pawang hujan tersebut di media massa. Ada sisi-sisi lain di mana ada peran dari tim SAR yang mengevakuasi keluarga ini.
Kepala Pusat Mitigasi Bencana dan Vulkanologi Kementerian ESDM Dr Surono berpendapat awan Petruk bukan pertanda apa pun. Masyarakat jangan percaya hal mistis.
"Merapi tak pernah ingkar janji," kata Surono, Ketua PVMBG Badan Geologi ESDM sesaat setelah Gunung Merapi meletus 26 Oktober 2010 sekitar pukul 17.00 WIB. Istilah itu diambil mengikuti film tahun 80-an "merpati tak pernah ingkar janji".
Para pengungsi di barak Dusun Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, segera diungsikan ke balai desa, begitu Gunung Merapi meletus lagi. Ibu-ibu pengungsi menangis karena para suami mereka tertinggal di atas untuk memberi makan ternak.
Gunung Merapi kembali mengeluarkan semburan awan panasnya. Warga di sekitar Desa Hargobinangun, Pakem, Sleman, DIY pun panik. Mereka berduyun-duyun turun ke arah bawah.
Malam ini warga di lereng Gunung Merapi harus kembali melewatkan malam tanpa penerangan lampu. Padamnya listrik hingga kini belum tertangani akibat aktivitas Merapi yang masih terus berlanjut.
Warga sempat panik mendengar suara gemuruh dari Gunung Merapi. Ratusan warga dari sejumlah desa lereng Merapi di Kabupaten Magelang berbondong-bondong melarikan diri ke tempat yang lebih rendah.