Band asal Bandung, Bottlesmoker boleh berbangga hati karena mendapatkan kesempatan unjuk gigi di sebuah perhelatan akbar band indie se-Asia bertajuk A*Fest, di Manila - Filipina.
Untuk kedua kalinya, band GIGI tampil sebagai cameo dalam layar lebar. Namun kali ini di film 'Bebek Belur' itu para personel GIGI hanya sedikit mengisi adegan film. Mereka mengaku nggak bakat berakting.
Melihat potensi komunitas musik di Bandung yang demikian besar, Bakrie Telecom mamanfaatkan kondisi ini untuk menjaring pelanggan. Caranya dengan menggelar acara yang memfasilitasi musisi Bandung untuk unjuk gigi.
Sebagai barometer musik di Indonesia, Bandung banyak menghasilkan band ataupun musisi nasional. Komunitas musik yang terbentuk pun tak kalah banyaknya. Salah satu operator telekomunikasi Esia, mencoba memfasilitasi itu.
Bahasa tak pernah menghalangi para musisi untuk mengekspresikan musik mereka. Hal tersebut juga diyakin GIGI. Walau ingin go international, mereka nggak ngotot punya lagu berbahasa Inggris.
Menjaga kelangsungan sebuah band selama 16 tahun bukanlah hal yang mudah. Namun keberhasilan itu bisa dicapai oleh band GIGI. Lalu apa rahasia GIGI bisa tetap eksis selama 16 tahun?
Tak sedikit dari para musisi tanah air punya impian ingin berkiprah mendunia. Vokalis GIGI, Armand Maulana mengatakan, impian itu bisa tercapai bila pindah ke luar negeri.
Diakui, teknologi RBT di ponsel jadi alternatif lain bagi artis untuk mendapatkan royalti. Meskipun di satu sisi, teknologi ini masih belum memberikan win-win solution bagi pihak artis dan pencipta lagu.