Ambruknya perusahaan keuangan di AS dan penurunan harga minyak mentah di pasar internasional mengakibatkan penurunan harga rata-rata minyak mentah Indonesia selama September menjadi US$ 99,06 per barel.
Kalangan pengusaha meminta pemerintah jangan panik menghadapi krisis finansial di AS yang mulai menyebar ke Eropa dan Asia karena sudah pengalaman krisis serupa 1997.
Risiko Indonesia terseret badai krisis AS mencapai 25%. Ekspor ke Amerika yang masih dominan menjadi pemicu rembetan resesi ke negara-negara di luar AS.
Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa berlanjut. Namun kehadiran saham PT Trada Maritime Tbk di lantai bursa diharapkan bisa menjadi sentimen penyegar.
Harga rata-rata minyak mentah Indonesia (ICP) selama September 2008 diperkirakan masih akan mengalami penurunan. Harga selama bulan ini diperkirakan berkisar antara US$ 112-118 per barel.
Harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) Agustus tercatat mencapai US$ 115,56 per barel atau turun US$ 19,40 per barel dari bulan sebelumnya.
Penampilan timnas Inggris ketika diimbangi Republik Ceko membuat Fabio Capello menuai banyak kritik. Manajer Arsenal Arsene Wenger datang membela manajer Three Lions itu.
Meski harga minyak sudah turun di bawah US$ 120 per barel, namun Ditjen Migas memrediksi Indonesia Crude Price (ICP) Agustus akan berada di level US$ 126-132 per barel.