Kurs rupiah diprediksi melemah ke Rp 17.050 pasca libur Lebaran, dipicu penguatan dolar AS dan lonjakan harga minyak. Upaya pemerintah dan BI belum cukup.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyampaikan tidak semua produk tekstil Indonesia yang akan diekspor ke Amerika Serikat (AS) mendapatkan tarif 0%.