Untuk menjadikan Indonesia sebagai basis produksi dan industri otomotif yang kuat, perlu persiapan dari sejumlah aspek serta dukungan dari berbagai pihak.
Krakatau Steel mencatat kerugian sebesar US$ 320,02 juta atau setara Rp 4,160 triliun di tahun 2015 (kurs Rp 13.000). Rugi tersebut melonjak sekitar 117,56%.