Sebagai kota besar yang dipenuhi gedung pencakar langit, Hongkong juga memiliki jam sibuk lalu lintas. Bedanya dengan Jakarta, ruas-ruas jalan di Hongkong dipenuhi bus-bus tingkat dan trem.
Gagalnya JLNT mengurai kemacetan rupanya belum menjadi pelajaran berharga bagi Pemprov DKI Jakarta untuk tidak mengulangi membangun jalan secara masif, seperti 6 ruas jalan tol dalam kota. Mengapa dananya tidak dialihkan untuk membangun transportasi berbasis rel?
Usaha Ahok sebagai orang nomor 2 di provinsi DKI Jakarta memang tidak main-main, dalam mengatasi kemacetan di ibukota, ia menginginkan akan dibangunnya kereta ringan. Ahok menyatakan akan bekerja sama dengan KAI untuk membangun kereta ringan dalam mencapai tempat tempat strategis di Jakarta.
Publik Jakarta tentu masih ingat tentang rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta zaman Sutiyoso ingin membangun enam ruas jalan tol dalam kota yang pada akhirnya disetujui oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Kemacetan ibu kota Jakarta menjadi sorotan banyak kalangan, tak terkecuali partai politik. Ketua umum Partai Gerindra Prof Suhardi, mengusulkan jalur TransJ diganti rel kereta api.
Mass rapid transit (MRT) dan monorel diharapkan menjadi transportasi publik yang andal sehingga penggunaan kendaraan pribadi bisa berkurang. Tapi industri otomotif tetap optimistis penjualan mobil tak terpengaruh.