Indeks bursa saham Asia kompak melemah pada perdagangan Senin (9/3/2026). Pelemahan ini terjadi seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Nilai tukar rupiah melemah setelah peringatan MSCI, mencapai Rp 16.837. IHSG juga tertekan, namun reformasi pasar modal dapat dukung pemulihan jangka panjang.
INCO catat pendapatan USD 902 juta meski harga nikel turun, sementara BNBR siapkan rights issue 90 miliar saham usai akuisisi tol di tengah IHSG menguat.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, optimistis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa melesat hingga level 32.000 dalam kurun waktu 10 tahun.