Tidak hanya kandidat ketua umum saja yang membuat suasana Munas VIII Golkar panas. Persoalan antre saat memasuki ruang sidang menjelang pemilihan ketum membuat situasi kian memanas.
Jelang pemilihan Ketua Umum Partai Golkar suasana Hotel Labersa kian ramai. Ketua DPD I dan II yang sebelumnya jarang muncul di arena Munas karena sibuk melakukan lobi-lobi, kini mulai berdatangan.
Aburizal Bakrie dan Surya Paloh diprediksi akan lolos dalam tahap verifikasi pemilihan Ketua Umum Partai Golkar. Tingginya dukungan terhadap keduanya yang memungkinkan mereka lolos verifikasi.
Jelang pemilihan Ketua Umum Partai Golkar malam nanti, para kandidat mulai melakukan konsolidasi. Salah satu kandidat kuat, Ical mengumpulkan seluruh pemegang suara sah yang mendukungnya.
Entah apa yang terjadi dengan alat pendeteksi ID card peserta Munas VIII Golkar ini. Di saat-saat genting menjelang pemilihan Ketua Umum, alat tersebut malah ngadat dan tidak berfungsi.
Menjalankan sebuah mesin politik sebesar Partai Golkar tentulah membutuhkan dana sangat besar. Untuk biaya operasional rutin organisasi saja, Golkar memerlukan Rp 2,5-3 miliar per bulan.
Hampir separuh peserta Munas VIII Partai Golkar adalah pejabat, baik di pusat maupun di daerah. Karena itu KPK perlu turut terlibat menyelidiki peredaran uang ini karena masuk ke dalam kategori gratifikasi.
Panasnya suhu politik di Munas VIII Golkar rupanya berdampak pada kesehatan para peserta. Tak heran jika banyak peserta yang mengalami tensi darah hingga batuk pilek.
Kandidat Ketua Umum Partai Golkar Yuddy Chrisnandi tampaknya menjadi kandidat yang paling siap secara administratif. Saat ini Yuddy sudah melengkapi seluruh berkas pencalonan yang terdiri dari 13 dokumen.