Tokoh ulama di Ngawi mendukung pemerintah dalam pembubaran ormas radikal. Ulama Ngawi menilai pemerintah punya wewenang untuk membubarkan ormas radikal.
"Kita duga itu mau ada pengalihan isu terkait pembunuhan 6 laskar FPI itu karena menurut kita itu tidak jelas alasannya tiba-tiba arahnya ke sana," ucap Luqman.
Orang-orang yang selama ini berada di FPI mendeklarasikan kelompok bernama Front Persatuan Islam. Kelompok ini menegaskan tak akan mendaftar ke pemerintah.
Pemerintah melarang FPI. Tokoh-tokoh dari FPI, termasuk Munarman hingga Sobri Lubis, menyatakan larangan dari pemerintah itu bertentangan dengan konstitusi.