Tindak kekerasan siswa senior terhadap siswa junior yang dibungkus dengan nama penataran atau penggembelengan sering dianggap sebagai tradisi yang terus dilestarikan. Padahal ini tradisi yang sesat.
Kekerasan di lingkungan sekolah kembali terjadi. Ketua Komisi Perlindungan Anak Seto Mulyadi berpendapat, kekerasan di sekolah bagaikan fenomena gunung es.
Sejumlah siswa kelas 1 SMA 90 Jakarta dipaksa berkelahi dengan siswa kelas 3. Para orang tua tidak terima dan menuntut siswa yang terlibat dikeluarkan dari sekolah.
Kasus penculikan anak sebagian besar terjadi dimulai dari sekolah mereka. Pihak kepolisian dan Komnas Perlindungan Anak (PA) berencana akan membuat film penanggulangan penculikan anak.
Komnas Perlindungan Anak berharap, polisi jangan hanya menunggu ketika menerima laporan ada anak yang hilang. Sebab bila terlambat bergerak, bisa-bisa anak yang diculik sudah menjadi mayat.
Polisi menggandeng Ketua Komnas Perlindungan Anak (PA) Seto Mulyadi (Kak Seto) untuk membuat film yang berisi imbauan agar waspada terhadap kasus penculikan anak.
Lutviana Ulfah (12) sudah dikembalikan ke orangtuanya meski masih berstatus istri dari Pujiono Cahyo Widianto alias Syekh Puji. Ulfah rencananya akan dititipkan ke Komnas Perlindungan Anak (PA) di Jakarta untuk menenangkan diri.
Sekolah bisa jadi bukan lagi tempat yang nyaman dan aman bagi bagi anak-anak. Di lembaga pendidikan ini, ternyata banyak bersembunyi para pedofil. Mereka menyaru sebagai guru. Waspadalah!
Tindakan Erwin Ronaldo, guru di Tapanuli Tengah, Sumut, memaksa murid perempuannya melakukan oral seks mencoreng citra guru. Agar tidak terulang, calon guru perlu menjalani tes kejiwaan saat menjalani proses rekrutmen.