Ical mengirimkan surat ke DPR. Surat itu menyatakan Dewan Pembina Golkar mendukung surat dari DPP Golkar yang turut menunjuk Azis Syamsuddin sebagai ketua DPR.
Sejumlah anggota F-Golkar menggalang tanda tangan menolak Azis Syamsuddin sebagai ketua DPR. Hal itu karena penunjukkan yang dilakukan Novanto sewenang-wenang.
Kepala Bidang Pemenangan Pemilihan Umum Daerah I Partai Golkar Nusron Wahid menyebut Novanto tak berwenang menunjuk Aziz Syamsuddin sebagai penggantinya di DPR.