Iran menegaskan bahwa komunikasi yang terus terjalin dengan para mediator, seperti Qatar dan Pakistan, tidak bisa ditafsirkan sebagai berlanjutnya negosiasi.
Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan bahwa saat ini mereka tidak terlibat dalam negosiasi dengan AS. Iran pun menyebut perilaku AS menyerupai geng mafia.
Permusuhan yang terus berlanjut antara AS dan Iran kembali menyoroti arti penting strategis Selat Hormuz bagi perekonomian global. Harga minyak melonjak tajam.
AS dan Iran sepakat menghentikan serangan setelah ketegangan meningkat pada akhir pekan. Kedua negara juga akan melakukan pembicaraan terbaru di Doha, Qatar.
Wapres AS JD Vance mengatakan bahwa menurunkan harga bahan bakar untuk rakyat Amerika kini menjadi prioritas nomor satu AS, bukan lagi mencegah nuklir Iran.