Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah ditetapkan sebagai tersangka dugaan pemerasan oleh KPK. Ia melakukan pungutan ke anak buah untuk mendanai dirinya di Pilkada.
Amplop isi Rp 50 ribu terbongkar saat KPK melakukan OTT terhadap Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah. Ternyata, amplop itu digunakan Rohidin untuk serangan fajar.