Setelah Donald Trump mengumumkan Kebijakan Tarif Resiprokal pada 2 April di acara Liberation Day AS, babak baru perang dagang dunia versi 2.0 dimulai kembali.
China merespons tarif baru AS dengan membatasi ekspor tanah jarang. Beijing mendesak AS untuk membatalkan tarif sepihak dan menyelesaikan perbedaan perdagangan.
Ketegangan AS-China meningkat setelah Trump menaikkan tarif impor 34% untuk barang China. China membalas dengan tarif serupa, memperburuk perang dagang.