"Sampai Jakarta kurang lebih membutuhkan 13 jam. Jadi sejak pukul 13.00 WIB, akan tiba di pintu air Manggarai sekitar pukul 02.00 WIB," kata petugas pintu air Katulampa bernama Adi pada detikcom.
Satu dari dua kamera CCTV yang terpasang di Mercu Bendung Katulampa, yang berfungsi untuk memantau ketinggian air Sungai Ciliwung rusak. Kerusakan tersebut sudah terjadi sejak 2 bulan yang lalu yakni bulan November 2012.
Debit air Sungai Ciliwung berangsur berkurang. Ketinggian air di Bendung Katulampa jauh menurun dibanding 2-3 jam sebelumnya yang sempat menyentuh angka 180 cm (Siaga II). Pukul 16.10 WIB, ketinggian air terpantau 140 cm atau masuk Siaga III.
Bendung Katulampa, Bogor, menjadi salah satu alat ukur banjir di Jakarta. Banyak yang penasaran sehingga warga berdatangan. Selain ikut mengawasi naik turunnya air, mereka juga foto-foto laiknya tengah berwisata.
Tak kurang dari satu jam, debit air di Bendung Katulampa, Bogor, naik drastis. Per pukul 12.00 WIB, ketinggian air mencapai 180 cm dan masuk dalam Siaga II.
Sekitar pukul 11.35 WIB, status di Bendung Katulampa naik dari Siaga IV menjadi Siaga III Banjir. Ini pertanda, kewaspadaan banjir di Jakarta belum bisa dikendurkan.