Saya sangat kecewa atas pelayanan CitiLink Garuda. Pada tanggal 26 bulan Januari 2011 saya melakukan pemesanan tiket Online via internet yakni Mksr-Sby-Mksr. Dan melakukan pembayaran memakai kartu kredit Mandiri.
Tanggal 5 Maret 2011, saya melakukan pembelian secara online tiket Jakarta-Denpasar untuk tanggal 6 Maret 2011, dengan kode booking LWGP57, jam 11.45 seharga Rp 643.900 dan berhasil pembayaran
Saya sangat kecewa dengan proses-proses seperti ini yang mengatasnamakan prosedur. Mohon di catat jika ini prosedur sungguh sangat mengecewakan langganan. Karena melihat kasus saya ini bukanlah kesalahan saya.
Saya membeli tiket Citilink melalui online. Saya mengikuti step by step transaksi yang diberikan secara online, dan transaksi berhasil. Namun paginya, petugas di bandara mengatakan jika pihak Citilink belum menerima pembayaran saya.
Di hari Senin, tanggal 28 February 2011 saya mendapat berita bahwa nenek sekaligus ibu keluarga besar kami sedang terbaring koma karena jatuh pingsan secara tiba-tiba.
Pada tanggal 20 September 2010 yang lalu saya memesan tiket online untuk keluarga dengan menggunakan pesawat Citilink penerbangan Jakarta Medan. Selama ini tidak pernah terjadi masalah dengan pembayaran menggunakan kartu kredit.
Era perubahan yang serba cepat ini tak hanya membutuhkan pemimpin perusahaan yang handal mengelola bisnis perusahaan, namun juga orang-orang yang bisa melakukan perubahan. Dialah seoarng 'cracker'
Garuda Indonesia memperkirakan pendapatan sepanjang 2010 mencapai Rp 20-22 triliun. Pendapatan ditopang oleh peningkatan rute penerbangan harian dari 247 per hari menjadi 311 per hari.
Pada tanggal 6 Januari 2010 saya mencoba membeli tiket Garuda online melalui website Garuda. Saya bermaksud pergi dari Singapore ke Jakarta, tanggal 14 Januari 2010.