Pilpres AS bisa jadi merupakan salah satu pemilu paling rumit di dunia. Di negara yang menjunjung tinggi demokrasi dan kebebasan berpendapat itu, sistem pemilunya malah mengadopsi sistem yang mengundang kontroversi.
Sistem pemilihan presiden Amerika Serikat memang unik, jika tak bisa dibilang rumit. Tahukah Anda, rakyat AS sebenarnya tidak secara langsung memilih presiden dan wakil presiden mereka?
Nama Ann Romney yang merupakan istri capres AS Mitt Romney, semakin bergema menjelang pilpres. Ann yang seorang sebagai ibu rumah tangga ini, setia mendampingi Romney dalam kampanyenya.
Kementerian Kesehatan akan segera meratifikasi Konvensi Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau (Framework Convention on Tobacco Control/FCTC). Menyusul langkah pemerintah terebut, DPR akan menyusun RUU mengenai perlindungan kesehatan rakyat dari bahaya rokok.
Konsumsi rokok yang tidak terkontrol menjadi ancaman serius terhadap hak atas kesehatan dan hak atas lingkungan yang sehat bagi setiap warga negara. Komnas HAM menyerahkan Naskah Akademik (NA) tentang Ratifikasi Konvensi FCTC kepada Menkes.
Wakil rakyat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, mendukung Presiden SBY yang mengusulkan dibentuknya protokol antipenistaan di Sidang Umum PBB. Kalangan MPR RI berharap usul ini direalisasikan.
PBNU berhasil mengeluarkan beberapa rekomendasi penting. Meskipun bukan berbentuk sebuah fatwa namun rekomendasi ini sudah diberikan kepada presiden untuk ditindaklanjuti.
Mitt Romney telah secara resmi dikukuhkan sebagai calon presiden AS dari Partai Republik. Romney berjanji untuk menyelamatkan ekonomi AS dan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan.
Kandidat presiden dari Partai Republik, Mitt Romney menuding rivalnya dari Partai Demokrat, Barack Obama melakukan kampanye yang mengundang kemarahan dan kebencian.