Presiden AS Barack Obama akan mengadakan pertemuan dengan PM Israel Benjamin Netanyahu pada 6 Juli. Sebelumnya rencana pertemuan keduanya tertunda akibat penyerangan pasukan Israel terhadap konvoi kapal Freedom Flotilla.
Sebelum menyerang kapal Mavi Marmara, kapal pemimpin misi kemanusiaan Freedom Flotilla (Armada Kebebasan), Angkatan Laut Israel menghubungi kapten kapal Mavi Marmara. Mereka meminta kapten mengindentifikasi dirinya dan menanyakan hendak ke mana kapal itu pergi.
Informasi yang berhembus kalau militer AS kembali menjalin kerjasama dengan Kopassus diklarifikasi oleh Komandan Pasukan Khusus Komando Pasifik AS Laksamana Muda Sean A. Pybus. Menurut Pybus informasi itu tidak akurat.
Agenda terpenting kunjungan Presiden AS Barack Obama ke Indonesia adalah menandatangani MoU peningkatan hubungan dua negara. Khusus untuk kerjasama militer, Kemhan menilai sejauh ini tidak ada yang perlu ditingkatkan.
Indonesia harus mampu memanfaatkan kunjungan Obama untuk kepentingan nasional Kunjungan ini harus menghilangkan sejumlah ganjalan yang melekat dalam hubungan Indonesia Amerika. Kedua negara harus dalam posisi yang seimbang.