Ivermectin bukan obat pertama yang disebut-sebut bisa menjadi terapi untuk pasien COVID-19. Ada juga obat lain seperti Hydroxychloroquine hingga remdesivir.
Hadapi lonjakan COVID-19, pemerintah menargetkan percepatan vaksinasi untuk 700 ribu-1 juta penerima per hari. Ini efek samping vaksin yang wajib dikenali.
Belakangan ini, obat Ivermectin diklaim untuk terapi COVID-19. Namun, BPOM menegaskan bahwa obat tersebut hanya mendapat izin edar sebagai obat cacing.