Ratusan ribu orang Rohingya di Negara Bagian Rakhine, Myanmar, dilaporkan kekurangan pangan dan obat-obatan setelah operasi lembaga kemanusiaan dibatasi.
Myanmar harus menerima kembali pengungsi Rohingya karena mereka adalah 'warganya' dan seharusnya tidak membiarkan militer menyerang desa-desa Rohingya.
Dua tantangan terbesar yang dialami Bangladesh adalah menyediakan penampungan dan bantuan kemanusiaan lain bagi sekitar 300.000 pengungsi baru Rohingya.
Juru bicara pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi menegaskan pemerintah tidak akan berunding dengan "teroris", menanggapi pernyataan gencatan senjata ARSA.
Gerilyawan Muslim Rohingya di Myanmar mengumumkan gencatan senjata sepihak selama satu bulan demi meringankan krisis kemanusiaan di negara bagian Rakhine.