Akademisi menilai pilkada tidak langsung efisien dan stabil. Ini dapat mengurangi polarisasi sosial dan memperkuat peran partai politik dalam demokrasi.
Pimpinan MPR RI, Ibas, dorong penguatan etika dalam ketatanegaraan. Ia ajak semua elemen bangsa untuk menjadikan etika sebagai dasar tindakan dan kebijakan.
Desain sistem pemilu penting untuk dirumuskan untuk memberdayakan pemilih, menjauhkan dari politik uang dan menguatkan fungsi kelembagaan partai politik.
Masyarakat Indonesia marah kepada DPR, menuntut penghapusan tunjangan dan pembubaran. Partai politik perlu perbaiki rekrutmen untuk pemimpin yang kredibel.