China menanggapi klaim bahwa roket yang akan menabrak Bulan pada 4 Maret 2022 adalah miliknya. Sebelumnya roket ini diduga sebagai Falcon 9 milik SpaceX.
Ahli astronomi mengatakan roket Falcon 9 SpaceX menyelesaikan misinya pada 2015 dan sejak saat itu terus ada di ruang angkasa sampai akhirnya akan tabrak Bulan.
Sebuah perusahaan teknologi luar angkasa berupaya ikut ambil bagian dalam upaya internasional untuk mendaur ulang sampah antariksa menjadi bahan bakar roket.