Dewan Keamanan PBB mencapai keputusan langka dengan menyetujui secara bulat kecaman untuk militer Myanmar yang melakukan kekerasan pada demonstran antikudeta.
"Militer membunuh kami, memperkosa saudara perempuan dan ibu kami. Bagaimana mungkin kami tetap aman di bawah kendali mereka?,'' ujar pengungsi Rohingya.
Pengungsi Rohingya yang berada di Myanmar juga merasakan ketakutan usai berita kudeta tersebar, terlebih rencananya mereka akan dipulangkan pada Juni mendatang.
Muslim Rohingya yang melarikan diri dari Myanmar ke Bangladesh setelah penumpasan brutal dari militer tiga tahun lalu merayakan penahanan Aung San Suu Kyi.