Meta mengumumkan pada hari ini (15/4) akan berencana untuk mulai menggunakan data yang dikumpulkan dari para penggunanya di Uni Eropa untuk melatih model AI.
Raksasa media sosial Meta, saat ini tengah menghadapi gugatan baru di Prancis atas dugaan melatih model AI-nya menggunakan materi yang dilindungi hak ciptanya.
Mark Zuckerberg kini tampaknya benar-benar mengikuti arahan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Itu membuat para karyawan Meta kebingungan dan ketakutan.
Komisi Eropa menjatuhkan denda triliunan rupiah kepada Apple dan Meta karena melanggar Digital Markets Act. Denda ini memicu ketegangan baru dengan AS.