Lain di Ubud lain di Frankfurt. Penulis novel 'Pulang' Leila S Chudori yang baru kembali dari ajang pameran buku tersebut menceritakan pengalamannya berbicara tentang isu 1965 secara bebas dan "panas", tapi tetap beradab.
Tahun ini, huru-hara politik yang kemudian dikenal sebagai G30S 1965 memasuki usia 50 tahun. Meskipun setiap tahun pada tiap Oktober wacana ini selalu kembali menjadi perbincangan, namun ada yang terasa berbeda kali ini.
Bisa dibilang, ini adalah diskusi yang paling ramai dikunjungi selama pameran berlangsung. Sebagian duduk di lantai, ada yang sampai harus naik ke balkon.
Setelah memenangkan penghargaan sastra lokal Khatulistiwa Literary Award 2013, novel ‘Pulang’ karya Leila S Chudori melanjutkan perjalanannya di sejumlah negara Eropa. Diawali dengan terbit dalam bahasa Prancis pada Oktober 2014.
Penulis novel 'Pulang', Leila S Chudori termasuk salah satu nama yang paling awal disebut sebagai bagian dari 70 penulis yang akan diberangkatkan ke Frankfurt Book Fair 2015. Namun, sebenarnya sebelum Indonesia ditetapkan sebagai tamu kehormatan di acara tersebut, 'Pulang' sudah dilirik sejumlah penerbit internasional.