Sepanjang April lalu, harga minyak rata-rata Indonesia (ICP/Indonesia Crude Price) melonjak US$ 10,29/barel menjadi US$ 123,36 per barel. Ini Akibat krisis di Timur Tengah.
Pada tanggal 26-30 Januari lalu, Forum Ekonomi Dunia menggelar pertemuan tahunan ke-41 di Davos, Swiss. Forum Ekonomi Dunia diselenggarakan setiap tahun dengan bertujuan untuk memperbaiki keadaan ekonomi dunia.
Harga minyak mentah dunia baru saja menembus US$ 100 per barel, untuk pertama kalinya setelah 2 tahun terakhir. Inilah kisah harga minyak yang bergerak sangat 'brutal' dalam 40 tahun terakhir.
Partisipasi aktif Indonesia pada pertemuan G-20 memiliki potensi besar bagi peningkatan kapasitas ekonomi domestik. G-20 ibarat sebuah amunisi bagi Indonesia mengarahkan sumber daya global bagi kepentingan ekonomi masyarakat.
Bank Indonesia terpaksa mencetak uang pecahan Rp 100 ribu ke Australia pada tahun 1999 lalu. Hal itu dilakukan karena situasinya mendesak menyusul terjadinya rush semasa krisis dulu.
Sudah saatnya pemerintah Indonesia melakukan terobosan. Atau gerakan di luar domain pemerintah dalam pengentasan kemiskinan. Sebenarnya Indonesia memiliki sumber dana tersembunyi namun memiliki potensi luar biasa. Sayangnya zakat tidak optimal.
Pemerintah rajin menggelar pameran ekspor seperti Trade Expo Indonesia (TEI). Sayangnya, nilai transaksi yang dihasilkan masih minim. BPEN mengaku sulit untuk mengetahui secara persis berapa nilai transaksi sesungguhnya.