Gejolak ekonomi Turki berdampak pada mata uang dan pasar modal negara-negara berkembang, namun pengaruh terhadap Indonesia disebut pengamat tak signifikan.
Pemerintah akan menyetop 500 komoditas impor guna memperbaiki transaksi berjalan yang saat ini defisit sekitar 3% terhadap produk domestik bruto (PDB).