PLTS berkapasitas 561 kilowatt peak (kWp) di PLTS Tambak Lorok, Semarang ini disebut akan meningkatkan bauran energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia.
Optimalisasi pembangkit bertenaga minihidro berkapasitas 2 x 0,875 MW tersebut menjadi langkah strategis pihaknya dalam mendorong transisi energi di Tanah Air.
EBT yang ramai dibahas adalah Tenaga Surya Atap terkait dengan ekspor-impor listrik melalui jaringan transmisi dan distribusi milik dan dioperasikan PLN.
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) US$ 250 juta atau Rp 3,8 triliun (kurs Rp 15.300) pada 2023.