Meski baru bergabung dengan PD, mantan KSAD Pramono Edhie sudah diberi posisi strategis sebagai anggota dewan pembina. Dia juga diyakini akan meramaikan konvensi capres PD bersaing dengan Marzuki Alie.
Wakil Ketua Dewan Pembina Marzuki Alie menanggapi soal dorongan pencapresan terhadap Pramono Edhie Wibowo (PEW) yang sekarang masih menjadi Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat. Menurut Marzuki, PEW bukan pesaingnya dalam kancah pencapresan.
Marzuki Alie tiba-tiba 'ciut' untuk ikut menjadi calon presiden melalui konvensi Partai Demokrat, sebelum Pramono Edhie masuk Partai Demokrat dan didorong maju jadi capres lewat konvensi. Ruhut Sitompul memandang, Marzuki tak akan menyerah begitu saja.
Anggota Dewan Pembina PD yang baru, Pramono Edhie, disebut memiliki potensi untuk menjadi ketum menggantikan SBY. Kubu Marzuki tak mempermasalahkan hal itu.
Jenderal (Purn) Pramono Edhie Wibowo resmi bergabung dengan Partai Demokrat dan mendapat satu kursi di jajaran Dewan Pembina. Tapi kehadirannya membikin galau sejumlah petinggi Demokrat. Apalagi, kabarnya Pramono pun diplot sebagai salah satu kandidat calon presiden.
Setelah masuk PD, Pramono Edhie Wibowo langsung menatap konvensi capres PD. Kini ada 2 anggota Dewan Pembina PD yang bertarung di konvensi capres PD, Pramono yang mantan KSAD dan Marzuki Alie. Siapa lebih kuat?
Bergabung ke Partai Demokrat (PD), Jenderal (purn) Pramono Edhie Wibowo langsung mendapatkan tempat di posisi sentral yaitu Dewan Pembina. Tak pelak sejumlah elite PD galau dengan kehadiran ipar Ketum PD SBY ini.
Capres Gerindra Prabowo Subianto dan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri saat ini berada di urutan atas di berbagai survei capres. Namun bagi elite PD, Pramono Edhie Wibowo lebih kuat secara politik.