Ekonomi Sri Lanka runtuh hingga dicap bangkrut. Negara berpenduduk 22 juta orang itu gagal membayar utang luar negeri (ULN) yang mencapai US$ 51 miliar.
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mewanti-wanti pemerintah soal utang yang terus membengkak. Utang pemerintah disebut telah tembus Rp 7.000 triliun di tahun 2021.
DPR memberikan catatan merah soal pelaksanaan APBN 2021 oleh pemerintah. Banyak yang menyoroti peningkatan utang yang sudah mencapai Rp 7.000 triliun lebih.
PT Sarana Bandar Nasional (SBN), anak usaha dari PT PELNI (Persero) terlibat dalam kelanjutan pembangunan jalan tol Sumatera untuk seksi lingkar Pekanbaru.
"Karena penerimaan negara sangat kuat, sampai semester I hanya Rp 166,5 triliun, padahal total pembiayaan utang tahun ini harusnya Rp 696,3 triliun," katanya.