detikHot
Terbenam dan Tersingkir, Buku Jogja Belum Mati!
Di tengah euforia “start-up” atau perusahaan rintisan yang gegap gempita di luar sana, sekelompok anak muda di Yogyakarta memilih untuk menempuh jalan sunyi. Mereka mendirikan penerbitan buku. Proyek perdana mereka adalah terjemahan karya George Orwell yang justru tidak populer.
Senin, 21 Sep 2015 15:20 WIB







































