PDNS tumbang karena serangan ransomware. Pakar siber Alfons Tanujaya pun menyampaikan analisisnya terkait potensi kebocoran data akibat ransomware ini.
Kepala BSSN Hinsa Siburian menyinggung terkait serangan siber ransomware terhadap Pusat Data Nasional (PDN). Dia merasa prihatin atas gangguan tersebut.
Kemkominfo secara tegas menolak untuk membayar tebusan peretas PDN. Pihaknya menargetkan 18 tenant yang terkena serangan siber bisa pulih akhir bulan Juni ini.
Guru besar bidang informasi teknologi (IT), Prof Marsudi Wahyudi Kisworo, mengatakan bahwa di dunia keamanan komputer tidak ada sistem yang dijamin keamanannya.
Hasil analisis forensik BSSN menemukan adanya upaya penonaktifkan Windows Defender di PDNS 2. Kok pusat data penting menggunakan software bawaan Windows sih?