Korut menembakkan rudal balistik di tengah rencana latihan militer Korsel dengan AS. Korut pun mengancam akan mengubah kawasan Pasifik menjadi arena tembak.
Kim Yo Jong, adik pemimpin Korut Kim Jong Un, mengancam 'tindakan cepat dan luar biasa' terhadap AS dan Korsel yang memperluas latihan militer gabungan.
Korut menuduh musuh, yang merujuk pada Korsel, menembakkan puluhan peluru artileri di dekat perbatasan. Seoul dengan tegas langsung membantah tuduhan tersebut.
"Pernyataan tidak masuk akal dari orang yang pikun, yang sama sekali tidak kompeten untuk bertanggung jawab atas keamanan dan masa depan AS," kata Kim Yo Jong.
Korut menembakkan rudal balistik. Ini terjadi beberapa hari setelah Pyongyang mengancam akan menembak jatuh pesawat mata-mata AS yang melanggar wilayahnya.