Banyaknya kasus bentrokan ataupun tindak kekerasan lainnya terkait Pemilukada diyakini terjadi karena kegagalan parpol. Kekerasan muncul karena parpol gagal mendidik calon dan pendukungnya.
Anggota komisi III Eva Kusuma Sundari menilai penganiayaan warga yang menewaskan Kapolsek Dolok Pardamean, AKP Andar Siahaan, sebagai street justice yang jadi sisi buruk demokrasi.
Mereka dikenal cerdas, vokal, dan aktif menyuarakan kebijakan-kebijakan prorakyat sesuai dengan bidang tugasnya. Mereka bisa menjadi inspirasi kaum perempuan calon anggota legislatif yang akan memperebutkan kursi di Dewan tahun depan.
“Padahal persentase politikus perempuan yang melakukan korupsi mungkin tidak lebih banyak daripada lelaki. Tapi dampak pemberitaan tersebut membuat seolah-olah perempuan tak layak melakukan korupsi. Padahal laki-laki juga.”