Setelah menghilang selama tiga hari, Indri, bocah berusia lima tahun asal Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumut yang menjadi korban penculikan, akhirnya ditemukan. Indri ditemukan polisi saat disembunyikan di salah satu rumah di Medan.
SMS berantai yang berisi kewaspadaan terhadap aksi penculikan tak hanya beredar di Sumenep, Madura juga beredar di Kediri. Namun berbeda dengan yang di Sumenep, di Kediri, SMS itu tertulis Mapolres Sragen, Jawa Tengah.
Kepolisian memastikan, jika korban penculikan dan pembunuhan Viktor Rizki Wibowo (27), dibunuh lebih dulu sebelum akhirnya dimutilasi kakinya. Dari hasil otopsi, korban diketahui tewas akibat luka tusukan.
Bayi laki-laki yang diculik di Ngawi akhirnya kembali ke pangkuan bapak dan ibunya. Sang pelaku adalah mantan pegawai honorer di Puskesmas Geneng. Pelaku berinisial KS (27) dan langsung diamankan oleh polisi.
Kepolisian Daerah Metro Jaya hingga kini masih memburu pelaku penculikan dan pembunuhan Viktor Rizki Wibowo (27) yang meminta tebusan Rp 300 juta. Ayah korban, Darmapana Wibowo pernah mengirimkan uang sebesar Rp 50 juta.
Johanes Inkiriwang melapor ke polisi karena menduga dua anaknya, Melki (14) dan Alex (3), diculik. Tapi ternyata, kedua anaknya kabur dari rumah di Depok, karena tidak tahan diomeli ayahnya.
Orang tua bocah korban penculikan dan pembunuhan, Jefri Ardiansyah (9), mengakui sempat enggan menuruti permintaan pelaku untuk memberikan uang tebusan. Orang tua Jefri menganggap ancaman pelaku melalui SMS tidak serius.
Sepekan sudah, Jefri Adriansyah (9) menghilang dari rumahnya di Jalan Kubur RT 08 RW 03, Kembangan, Jakarta Barat pada Minggu (30/5). Namun, tanda-tanda keberadaan Jefri belum juga diketahui.