Laporan terbaru China yang menyebut 1,3 juta warga Xinjiang setiap tahun mengikuti program pelatihan, mengungkap upaya mengubah pola pikir kelompok minoritas.
Kapas, garmen, komponen komputer dan produk rambut yang dihasilkan di Xinjiang dilarang masuk ke Amerika Serikat karena diduga melibatkan "kerja paksa".
Sudah lama serikat buruh di Australia menyerukan agar program Visa Kerja dan Liburan (WHV) dihentikan karena pekerja dieksploitasi secara keuangan dan seksual.