Serangan itu terjadi pada Minggu (29/3) waktu setempat. Ini merupakan kali kedua bagi Universitas Teknologi Isfahan menjadi sasaran serangan AS dan Israel.
Selama puluhan tahun, rezim teokratis Iran mempertahankan kekuasaannya dengan mengandalkan kekerasan dan represi untuk mematahkan gerakan anti-pemerintah.