Jasa managed services rupanya sudah dijalankan Axis sejak awal beroperasi di Indonesia. Strategi meng-outsource-kan pengelolaan jaringan ini manjur untuk menekan efisiensi, khususnya soal biaya.
XL Axiata mengungkap tabir rencananya mengarungi bisnis layanan data seluler di 2012 ini. Salah satunya, tak ada lagi penawaran layanan akses data yang bersifat unlimited.
Lewat kerja sama managed services dengan Huawei Tech Investment, XL yakin bisa menghemat beban perusahaan hingga USD 150 juta atau sekitar Rp 1,35 triliun dalam jangka waktu tujuh tahun ke depan.
XL menjalin kerjasama dengan M-Saku dan Visa untuk alternatif layanan isi ulang bagi pelanggan BlackBerry. Di awal perkenalannya, ada bonus Rp 25.000 bagi 1.000 pelanggan pertama yang isi ulang pulsa Rp 100.000 lewat M-saku.
Persaingan yang kian sengit dinilai akan memaksa operator seluler untuk lebih memikirkan langkah efisiensi. Salah satu jalan yang bisa diambil adalah dengan melepas urusan perawatan jaringan mereka ke pihak ketiga.
Setelah menarik sekitar 1.200 karyawan operator seluler XL Axiata, Huawei akan semakin melebarkan sayap bisnisnya. Salah satunya dengan membuka divisi baru khusus untuk menangani jaringan.
Huawei Tech Investment ditunjuk XL Axiata sebagai partner pengelolaan jaringan telekomunikasi mereka. Hanya saja, kerja sama ini disertai dengan pengalihan sekitar 1.200 karyawan XL.
XL Axiata menyatakan tak ada satupun dari 1200 karyawannya yang menolak saat ditawarkan pindah ke Huawei Tech Investment sebagai bagian dari deal proyek managed network services jangka panjang.