Menteri Kesehatan Prof Nila Moeloek, SpM(K) memastikan bahwa dua suspek Ebola di Madiun dan Kediri negatif. Ia mengatakan bahwa kemungkinan besar pasien tersebut mengalami malaria.
Kemenkes memastikan seorang tenaga kerja Indonesia di Madiun dan Kediri yang mengalami keluhan demam sepulang dari daerah terjangkit yakni Liberia, negatif Ebola. Meski demikian Menkes Nila Moeloek mewanti-wanti agar semua harus tetap waspada pada penyakit ini.
Kondisi GN (45), pasien yang diduga suspect Ebola di RSUD Pare, Kediri, Jawa Timur mulai membaik. Meski begitu, GN hingga saat ini masih harus berada di ruang isolasi menunggu hasil lab dari Dinas Kesehatan.
Selain di Kediri, seorang TKI di Madiun juga menjadi suspek Ebola setelah mengalami keluhan demam sepulang dari daerah terjangkit yakni Liberia. Pemeriksaan sampel keduanya menunjukkan hasil negatif.
Sampel laboratorium pasien suspek Ebola di Kediri sudah diterima oleh Balitbangkes Kementerian Kesehatan. Diharapkan dalam waktu 2 hari, sudah bisa diketahui hasilnya.
Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat untuk tidak resah terkait laporan suspek Ebola di Kediri. Selain karena kondisi pasien sudah membaik, sistem penanganan dinilai sudah sangat baik.
Hasil pemeriksaan suspek Ebola di Kediri baru akan keluar 2 hari ke depan. Selama belum dipastikan hasilnya, kewaspadaan dilakukan antara lain dengan memantau kesehatan keluarga yang punya riwayat kontak dengan pasien.
Pasien suspek Ebola dirawat di RSUD Pare, Kediri, sepulang dari salah satu negara terjangkit yakni Liberia. Dalam penerbangan ke tanah air, pasien tersebut rupanya satu pesawat dengan Kepala Balitbangkes, Prof Tjandra Yoga Aditama.
Seorang TKI di Kediri dirawat di rumah sakit dengan dugaan infeksi Ebola, sepulang dari negara terjangkit. Kementerian Kesehatan memastikan kondisinya saat ini stabil dan terus membaik.