Beredar kabar Atut membayar Rano Karno Rp 6 miliar agar bersedia mendampingi di pemilu 2011. Kubu PDIP menolak keras Rano dibeli Atut untuk memenangkan pilkada tersebut.
Pasca ditahannya Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah oleh KPK, nama Rano Karno kembali muncul sebagai wakil yang akan menggantikan posisi Atut sebagai Gubernur. Namun, sampai saat ini belum ada keputusan dari DPP PDIP terkait hal tersebut.
Hingga saat ini, posisi Ratu Atut Chosiyah di struktur partai Golkar masih terhitung aman. Meski akan berdampak ke elektabilitas partai, kasus Atut tetap dibiarkan hingga keputusan final. Berbeda dengan PD.
Pengangkatan Ratu Tatu sebagai ketua DPD Golkar Tk I dinilai langkah melanggengkan dinasti Atut di Golkar dan provinsi Banten. Ternyata hal ini menimbulkan kekhawatiran di internal Golkar menjelang pilpres 2014.
Hari libur tak menghalangi pejabat Banten membicarakan hal serius. Terutama soal penahanan Gubernur Ratu Atut Chosiyah. Ada nuansa 'curhat' di dalamnya. Seperti apa?
Ditahannya Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah membuat warga Banten berani bersuara mengenai praktik korupsi di daerahnya. Mayoritas warga Banten menilai pemerintahan Atut penuh dengan korupsi.
Meski sudah mendekam di Rutan Pondok Bambu, Ratu Atut belum juga dinonaktifkan sebagai Gunernur Banten. Partai Golkar, partai yang menaungi Atut kini sudah mulai mendorong Wagub Banten Rano Karno untuk segera bersiap-siap memimpin Banten.