Dulu, Siti Hardiyanti Rukmana digadang-gadang oleh Soeharto untuk menjadi Ketua Umum Golkar menggantikan Harmoko. Namun niat belum kesampaian. Kini Tutut kembali ke pangkuan Golkar. Apa targetnya?
Sepeninggal Soeharto, keluarga Cendana mulai dilirik kalangan parpol untuk menggalang kekuatan jelang Pemilu 2009. Wiranto yang memimpin Partai Hanura mengaku belum memikirkan hal itu.
Nama keluarga Cendana masih saja laku, walau cacian dan segala hal diungkapkan pada keluarga tersebut. PDIP tidak ikut-ikutan melirik keluarga Cendana.
Setalah ditolak kepolisian, Mahasiwa Kristen datang lagi dengan melengkapi bukti-bukti guna melaporkan Majalah Tempo. Mahasiswa membawa lukisan The Last Supper karya Leonardo da Vinci.
Niat Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Kristen (AMPK) untuk melaporkan majalah Tempo ke Polda Metro Jaya gagal. Hal ini karena bukti-bukti yang dibawa kurang kuat.
Partai Golkar saat ini merupakan partai besar yang tak memiliki simbol kuat seperti halnya partai-partai besar lain. Nah, kembalinya Tutut tentunya sangat dibutuhkan si beringin.
Meski banyak orang mencaci keluarga Cendana, namun masih ada partai yang berani mengakui Mbak Tutut aktif di partai. PKS mengaku belum tertarik merekrut keluarga berpengaruh di Indonesia itu.