PPATK mengaku telah membekukan 10 juta lebih rekening yang diduga tak layak menjadi penerima bansos. Bahkan ada rekening yang dipakai untuk judi online.
Seorang pria berinisial RS di Bandung membuat laporan palsu tentang pencurian untuk menutupi kerugian judi online Rp 150 juta. Polisi mengungkap rekayasa ini.