Tim SAR menghentikan pencarian lima jurnalis dan tiga kru kapal hilang di Selat Sunda. Hingga hari kedua, belum ada tanda keberadaan kapal atau penumpang.
Gunung Anak Krakatau erupsi tiga kali pada 20/10/2026. Aktivitas vulkanik terpantau, status Siaga. Masyarakat diminta menjauhi radius 5 km dari pusat erupsi.
Pencarian 5 jurnalis dan 3 kru kapal yang hilang di Selat Sunda berlanjut setelah ditemukan jenazah ABK Surakman. Operasi rutin diperluas ke Pulau Enggano.
Setelah keluar hasil tes DNA, mayat yang ditemukan di pulau Enggano dinyatakan sebagai salah satu ABK pembawa lima jurnalis yang hilang di Selat Sunda.
Gunung Anak Krakatau erupsi lima kali pada 17/10/2026, dengan abu vulkanik terdeteksi hingga 4.000 kaki. Masyarakat diminta waspada dan mengikuti arahan resmi.
Proses pencarian lima jurnalis yang hilang saat liputan erupsi Gunung Anak Krakatau masih berlangsung. Tim SAR menyisir area sekitar 271 NM di Selat Sunda.