detikOto Kabar Menyenangkan Dunia Otomotif Indonesia 2019 Kelahiran Esemka hingga Investasi Rp 21 T dari Hyundai Jumat, 27 Des 2019 08:43 WIB
detikNews Persoalan Berat Industri Baja Nasional Gap antara konsumsi baja dengan produksi nasional cukup besar, dan gap ini diisi oleh produk impor dari China sekitar 55% dari kebutuhan nasional. Kamis, 12 Des 2019 11:32 WIB
detikOto Daur Ulang Baterai Jadi Kunci Sukses Mobil Listrik Daur ulang baterai menjadi salah satu kunci sukses mobil listrik bisa bertahan. Kamis, 17 Okt 2019 17:35 WIB
detikOto Toyota Sudah Pikirkan Daur Ulang Baterai Mobil Hybrid Toyota resmi memperkenalkan mobil hybridnya dan terus memperlengkap lininya. Namun mobil ramah lingkungan ini bukan tidak memiiki kendala. Selasa, 15 Okt 2019 13:38 WIB
detikNews Berjaket Hitam, Menhub Budi Jajal Motor Listrik Keliling UGM Menhub Budi Karya Sumadi menjajal motor listrik di Universitas Gadjah Mada (UGM). Menhub Budi didampingi jajaran Kemenhub dan pimpinan Fakultas Teknik UGM. Sabtu, 21 Sep 2019 16:28 WIB
detikFinance Jaring Investasi, Pengusaha RI 'PDKT' ke 14 Negara Eropa Kadin Indonesia akan mengadakan misi bisnis ke 14 negara Eropa dan Amerika Serikat (AS) untuk memperkuat hubungan investasi dan perdagangan. Rabu, 04 Sep 2019 16:37 WIB
detikOto Ban Anti-kempes Dijual Tahun 2024 Pengemudi tidak perlu lagi memikirkan masalah tekanan angin ban atau kebocoran. Michellin bakal jual ban yang tidak perlu dipompa angin tahun 2024 Kamis, 06 Jun 2019 09:11 WIB
detikOto Mobil Listrik Masih Punya Dosa Langgar HAM Pembela Hak Asasi Manusia (HAM), Amnesty International menilai bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Selasa, 26 Mar 2019 08:19 WIB
detikOto Tenaga Nuklir Tak Ekonomis kalau Dijadikan Bahan Bakar Mobil Tenaga nuklir belum bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar kendaraan bermotor. Alasan keamanan dan perlindungan ketat membuatnya tak ekonomis. Senin, 18 Mar 2019 09:30 WIB
detikNews Australia Utara Buka Kesempatan Untuk Jadi Penduduk Tetap Pemerintah Kawasan Australia Utara mewujudkan keinginannya untuk menambah jumlah penduduk di negara bagiannya dengan pekerja migran terampil. Selasa, 08 Jan 2019 11:49 WIB