Lonjakan kasus campak di Asia Tenggara telah membawa penyakit ini masuk ke Australia, yang bertetangga dengan Indonesia, dan memicu peningkatan kasus di sana.
Wabah penyakit misterius di Republik Demokratik Kongo menginfeksi 431 orang dan menyebabkan 53 kematian. Gejala mirip demam berdarah, penyebab belum diketahui.
WHO menggambarkan penyakit misterius di RD Kongo sebagai ancaman kesehatan masyarakat yang signifikan. Perlu adanya intervensi yang cepat untuk menanganinya.