Lebih dari 3.500 warga asing dari lebih dari 40 negara, termasuk Kuba, Uganda, hingga Korut, tewas saat bertempur untuk Rusia dalam perang melawan Ukraina.
Menlu Rusia Sergei Lavrov memperingatkan Menlu AS Marco Rubio agar Washington tidak melakukan pengiriman senjata yang "tidak dapat diterima" ke Ukraina.
Pegiat HAM menyebut dugaan pemindahan dua anak Ukraina ke kamp Korea Utara sebagai bentuk "kejahatan perang." Mereka menuding Moskow memanfaatkan anak-anak.
Korut membela kerja sama militernya dengan Rusia, dengan mengatakan hubungan tersebut ditujukan untuk "memastikan perdamaian dan stabilitas" di Eropa dan Asia.