Memilih material lantai rumah bukan hanya soal motif dan warna. Pemilik rumah juga perlu mempertimbangkan fungsi ruangan, kondisi lingkungan, hingga anggaran agar material yang dipilih sesuai dengan kebutuhan.
Saat ini, pilihan material bangunan semakin beragam. Produsen juga mengembangkan berbagai motif dan teknologi untuk menyesuaikan produk dengan kebutuhan konsumen.
CEO Platinum Ceramics Group Liem May Tjoe mengatakan, perkembangan industri material bangunan tidak terlepas dari perubahan tren desain dan kebutuhan masyarakat.
"Memasuki usia ke-55 pada 2026, Platinum Ceramics Group menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dan menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang," ungkap Liem May Tjoe, CEO Platinum Ceramics Group.
Bagi masyarakat yang sedang membangun atau merenovasi rumah, ada beberapa hal yang bisa diperhatikan sebelum menentukan material lantai maupun permukaan bangunan lainnya.
5 Tips Memilih Material Lantai Rumah
1. Sesuaikan dengan fungsi ruangan
Setiap ruangan memiliki kebutuhan berbeda. Material untuk ruang keluarga, kamar tidur, dapur, dan kamar mandi sebaiknya dipilih dengan mempertimbangkan aktivitas yang berlangsung di dalamnya.
Untuk area yang sering terkena air, misalnya, perhatikan spesifikasi produk terkait ketahanan terhadap kondisi basah dan risiko licin. Jangan hanya mengandalkan tampilan atau warna material.
2. Pertimbangkan motif dan ukuran
Motif dan ukuran material bisa mempengaruhi kesan visual ruangan. Karena itu, sesuaikan pilihan dengan luas ruang, pencahayaan, serta desain interior secara keseluruhan.
Sebelum membeli, pemilik rumah dapat membandingkan beberapa pilihan motif dan ukuran agar hasil akhirnya sesuai dengan gambaran desain yang diinginkan.
3. Periksa spesifikasi material
Selain tampilan, penting untuk memeriksa spesifikasi produk sebelum memutuskan pembelian. Perhatikan karakteristik material, petunjuk pemasangan, serta rekomendasi penggunaannya.
Langkah ini membantu memastikan material yang dipilih sesuai dengan kondisi ruangan dan kebutuhan penghuni rumah.
4. Hitung kebutuhan dan anggaran
Pemilihan material juga perlu disesuaikan dengan anggaran pembangunan atau renovasi. Perhitungkan luas area yang akan dipasang, harga material, biaya pemasangan, serta kebutuhan tambahan seperti perekat dan bahan pengisi nat.
Dengan menghitung kebutuhan sejak awal, pemilik rumah dapat membandingkan pilihan material berdasarkan biaya keseluruhan, bukan sekadar harga per meter persegi.
5. Pertimbangkan perawatan jangka panjang
Material yang terlihat menarik belum tentu paling sesuai untuk semua rumah. Kemudahan membersihkan permukaan, ketahanan terhadap noda, dan kebutuhan perawatan sehari-hari juga patut dipertimbangkan.
Pilih material dengan karakteristik yang sesuai dengan aktivitas penghuni agar perawatannya tidak menyulitkan di kemudian hari.
Perkembangan kebutuhan konsumen turut mendorong produsen mengembangkan material bangunan dengan karakteristik yang semakin beragam. Inovasi tidak hanya berkaitan dengan motif, tetapi juga fungsi tambahan pada produk.
Salah satu contohnya adalah Titanium Sintered Stone Lumen Series - Bio Luminance dari Platinum Ceramics Group. Produk tersebut memperoleh pengakuan Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai batu sinter pertama dengan bio luminesensi atau efek bercahaya dalam gelap.
Di sisi produksi, Platinum Ceramics Group menargetkan kapasitas produksi mencapai 125 juta meter persegi per tahun. Perusahaan juga memperluas jaringan distribusi di dalam negeri dan mengembangkan pasar ekspor.
"Kami menargetkan kapasitas produksi mencapai 125 juta m² per tahun sebagai langkah strategis untuk menjadi market leader di industri tile Indonesia, didukung perluasan jaringan distribusi ke seluruh Indonesia serta pengembangan pasar ekspor," imbuh Liem.
Simak Video "Video: Momen Menteri Ara Cek Renovasi Kawasan Kumuh di Menteng Jakpus "
(zlf/zlf)