Duh! 'Rumah Pertama' Solo Leveling Ditutup

Tia Agnes Astuti
|
detikPop
Solo Leveling: Ragnarok
Foto: Istimewa
Jakarta - Kabar sedih menimpa industri webtoon. Platform webtoon ternama, Tapas, yang jadi rumah pertama bagi penerbitan Solo Leveling kini ditutup. Ada sejak lebih dari satu dekade, peristiwa ini jadi pukulan telak bagi industri webtoon dunia.

Saat Solo Leveling pertama kalinya terbit, mulai meruntuhkan batasan antara industri anime dan webtoon. Dalam sebuah wawancara dengan Mantan Direktur Komunitas di Tapas, Isabell Castro, mengatakan industri webtoon khususnya manhwa berkembang pesat kala masa pandemi dan karantina.

Saat itu, muncul harapan perilaku pembaca di Amerika bakal sama dengan pembaca di belahan negara lainnya. Tapi ekspektasi itu berakhir dengan kegagalan.

"Ini tragedi besar, wajar jika banyak orang merasa kecewa," katanya dilansir dari berbagai sumber.

Setelah beroperasi selama 10 tahun sejak 2016 dan hanya 5 tahun setelah diakuisisi oleh Kakao Entertainmen, raksasa webtoon yang berbasis di Amerika Serikat, Tapas, telah mengumumkan penutupannya.

Pada 1 Oktober, Tapas resmi menutup pelayanannya. Sejak saat itu, situasi jadi kacau karena ada 400 ribu pengguna platform yang harus menerima kenyataan semua uang yang telah dikeluarkan untuk beli bab-bab individu dari webtoon jadi sia-sia.

Tapas bakal menutup akses ke seluruh katalognya secara total pada tanggal 31 Maret 2027. Saat ini, puluhan ribu mantan kreator di Tapas berada dalam ketidakpastian mengenai masa depan karya mereka sendiri akibat kewajiban kontraktual dengan Kakao.

FYI, platform Tapas yang berbasis di AS memang menargetkan pada pasar Amerika Utara. Platform ini punya hubungan yang sangat erat dengan Korea Selatan karena latar belakang pendiri dan kepemilikannya.

Didirikan pada tahun 2012 oleh pengusaha asal Korea Selatan, Chang Kim (Kim Chang-won) dan Young-Jun Jang. Sang pendiri sengaja membangun platform ini di AS karena melihat model bisnis webtoon sangat sukses di Korea, namun belum ada wadah serupa yang besar di pasar global (berbahasa Inggris).

Pada tahun 2021, platform ini diakuisisi secara penuh oleh raksasa hiburan asal Korea Selatan, Kakao Entertainment.

(tia/pus)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO